Developer Kurnial Wenski di Padang Diduga Cederai Kepercayaan Teman, Jutaan Uang Tak Kunjung Dikembalikan

 

PADANG, Detiksumbar.com — Kepercayaan dalam menjalin hubungan pertemanan mendadak tercoreng akibat dugaan ingkar janji pengembalian pinjaman uang. Seorang pria berinisial A mengaku menjadi korban janji manis oknum petinggi PT Kumala Sari Jaya, Kurnial Wenski, yang tak kunjung mengembalikan dana yang dipinjamnya. (14.10.26)

Bacaan Lainnya

 

 

​Peristiwa ini bermula ketika oknum bos developer ternama di Kota Padang tersebut mengontak korban A untuk meminjam uang tunai. Dengan dalih sedang mendesak dan ada keperluan mendadak, ia meminta bantuan finansial secara cepat.

 

​Merasa iba serta memandang status pelaku sebagai seorang pengembang perumahan terpandang, korban A berusaha membantu. Meski kondisi keuangannya saat itu juga terbatas, A rela mengusahakan dana dan langsung mengirimkannya melalui transfer bank.

 

​Dalam kesepakatan awal, oknum pengembang tersebut berjanji akan mengembalikan seluruh dana pinjaman secara utuh pada hari Senin. Rasa percaya yang tinggi membuat korban A tidak menaruh curiga sedikit pun saat memproses pengiriman uang tersebut.

 

​Namun, janji tinggal janji. Memasuki hari Senin yang dijanjikan, dana tersebut tidak kunjung ditransfer kembali. Saat ditagih, yang bersangkutan berdalih masih berada di kantor notaris dan sedang menunggu pencairan dana masuk.

 

​Kekecewaan korban makin memuncak saat hari Selasa berlalu tanpa ada kepastian pengembalian. Berbagai alasan terus dilontarkan oleh oknum pimpinan perusahaan properti tersebut untuk mengulur-ulur waktu pelunasan.

 

​Hingga hari Rabu, uang milik korban A sama sekali belum dikembalikan. Sikap tidak kooperatif dari seorang figur pengembang properti ini tentu memicu keprihatinan mendalam dari pihak korban.

 

​Sangat disayangkan, nominal yang terbilang kecil bagi skala bisnis properti justru terkesan sulit untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

 

Sikap mengabaikan tanggung jawab ini dinilai dapat merusak kredibilitas profesional yang bersangkutan di mata publik.

 

​Menyikapi kejadian ini, timbul kekhawatiran bahwa status atau jabatan sebagai pimpinan perusahaan properti berpotensi dimanfaatkan untuk memikat kepercayaan pihak lain di kemudian hari. Publik diimbau untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi atau memberikan pinjaman pribadi.

 

​Melalui kejadian ini, masyarakat Kota Padang diharapkan dapat mengambil pelajaran agar selalu waspada dan menerapkan ketelitian ekstra, sekalipun bertransaksi dengan sosok yang dikenal memiliki profil atau jabatan mentereng di dunia usaha. (Xx)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *