Pasaman, Detiksumbar.com – Jeritan hati seorang warga Rao, Kabupaten Pasaman, yang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi orang tuanya yang sedang sakit mendadak tular di media sosial Facebook, Jumat (23/10/2026). Menanggapi hal tersebut, tokoh muda lokal, Ir. Ulul Azmi, siap pasang badan dan menanggung seluruh biaya pengiriman air bersih via mobil tangki PDAM.
Krisis air bersih ini dialami oleh Idho J M Medley, warga Polongan II, Kecamatan Rao. Melalui unggahannya, Idho meluapkan keresahannya karena layanan Pamsimas di wilayahnya dilaporkan telah mati total selama sepekan. Sementara itu, sumber air sungai yang ada tidak layak pakai karena bercampur lumpur.
“Info yang jual air bersih mobil tangki, butuh kabar cepat khusus daerah Panti Rao. Kami sangat perlu air bersih karena orang tua saya sedang sakit. Tidak mungkin dibawa ke sungai, Pamsimas sudah seminggu mati total, dan sungai pun penuh lumpur. Mohon bantuan secepatnya,” tulis Idho dalam unggahannya.
Sadar wilayahnya belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM, Idho sempat meminta bantuan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki dari Lubuk Sikaping. Namun, langkah ini terkendala prosedur biaya transportasi dan jasa pengantaran.
Mendengar keluhan warga yang terbentok aturan administrasi di tengah kondisi darurat, putri/putra daerah Rao, Ir. Ulul Azmi, langsung mengambil tindakan tegas. Tanpa ragu, ia menyatakan kesediaannya menanggung seluruh biaya armada tangki air tersebut.
“Buat kwitansinya, SAYA YANG BAYAR!” tegas Ulul Azmi.
Ulul Azmi menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan wajib ditaruh di atas kerumitan birokrasi, terlebih saat menyangkut keselamatan orang yang sedang sakit. Menurutnya, BUMD seperti Perumda Tirta Pasaman tidak boleh bersikap kaku hanya karena alasan batas wilayah pelayanan.
“Sekali lagi saya tegaskan, ada aturan, ada kebijakan, dan ada kemanusiaan. Kalau memang harus dibayar, buat kuitansi resminya, saya yang bayar! Tetapi tolong, airnya segera diantarkan. Orang sakit tidak bisa menunggu panjangnya urusan administrasi,” cetusnya.
Ia menambahkan, meski wilayah Polongan II belum masuk jaringan perpipaan, PDAM sebagai BUMD tetap memiliki tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat yang kesulitan air minum.
Menanggapi gejolak tersebut, Direktur PDAM Pasaman, Deddy Eka Putra, membenarkan bahwa kawasan Polongan II, Kecamatan Rao, memang belum masuk dalam area cakupan jaringan perpipaan. Karena itu, penanganan yang bisa dilakukan adalah pengiriman darurat menggunakan mobil tangki dari pusat Lubuk Sikaping.
Langkah spontan Ulul Azmi ini pun menuai simpati luas dari warganet dan warga setempat. Aksi cepat tanggap tersebut dinilai menjadi sentilan keras bagi para pemangku kebijakan agar tidak hanya berfokus pada hitung-hitungan operasional dan pendapatan BUMD semata. Masyarakat kini berharap sinergi antara pemerintah daerah, PDAM, dan pengelola Pamsimas segera membuahkan perbaikan permanen, agar hak dasar warga atas air bersih tidak lagi terkendala oleh tembok birokrasi.
(Jaya)







