PADANG, Detiksumbar.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Kota Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan unggulan yang ramah lingkungan. Di bawah kepemimpinan dr. Lismawati, Sp.PA, M.Biomed, M.M, MKM, rumah sakit daerah ini secara konsisten mengusung semangat “Bersama Wujudkan Green Hospital” demi menciptakan lingkungan pelayanan yang bersih, sehat, dan aman bagi masyarakat. (12/10/2026)
Langkah nyata ini diwujudkan melalui peluncuran program Inovasi Kesehatan Lingkungan (KESLING). Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pengelolaan limbah, serta menerapkan konsep fasilitas kesehatan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.
Salah satu fokus utamanya adalah strategi pengelolaan limbah medis dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). RSUD dr. Rasidin mengoperasikan sistem pengelolaan limbah medis secara mandiri. Inovasi ini tak hanya efektif menekan volume limbah B3, tetapi juga berhasil menghemat anggaran rumah sakit hingga ratusan juta rupiah.
Tak berhenti di situ, rumah sakit juga menerapkan sistem daur ulang (recycle) untuk botol infus plastik bekas. Langkah terstruktur ini sukses memangkas pengiriman limbah B3 ke pihak ketiga sekitar 17 persen setiap bulannya, sekaligus membantu mengurangi jejak karbon terhadap lingkungan.
Dalam hal pengelolaan sampah organik, RSUD dr. Rasidin meninggalkan metode lama (kumpul-angkut-buang) dan beralih ke Sistem Pengolahan Sampah Organik Terpadu. Melalui sistem ini, sampah langsung diolah dari sumbernya dan dialihfungsikan menjadi produk bermanfaat, salah satunya cairan eco-enzyme bernilai guna tinggi. Untuk menjaga keberlanjutan program, edukasi dan bimbingan teknis pengelolaan sampah juga rutin diberikan kepada seluruh petugas kebersihan dan pegawai.
Modernisasi pelayanan juga menyasar sektor sanitasi melalui digitalisasi. Penilaian kebersihan ruang perawatan kini dilakukan secara otomatis berbasis Android dan cloud computing memanfaatkan integrasi Google Form serta Spreadsheet. Teknologi ini memungkinkan rekapitulasi tingkat kebersihan ruangan dan evaluasi kinerja vendor dipantau secara real-time dan transparan.
Kolaborasi teknologi dengan aksi kebersihan bersama para tenaga medis (perawat dan bidan) terbukti ampuh menjaga kenyamanan ruang perawatan secara optimal. Upaya terpadu ini sangat krusial dalam menekan dan mencegah risiko infeksi nosokomial (infeksi yang didapat di rumah sakit) bagi pasien maupun pengunjung.
Ke depan, RSUD dr. Rasidin Padang berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi energi terbarukan dan memperluas area hijau di sekitar lingkungan rumah sakit. Langkah lanjutan ini diharapkan dapat menciptakan suasana rumah sakit yang asri dan menenangkan (healing environment), sehingga mampu mendukung proses pemulihan fisik dan mental para pasien secara lebih cepat.
Keberhasilan transformasi Green Hospital ini sekaligus menjadi bukti bahwa efisiensi anggaran dan kelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan dalam industri pelayanan kesehatan. RSUD dr. Rasidin pun optimistis dapat menjadi percontohan bagi fasilitas kesehatan daerah lainnya di Sumatera Barat dalam menerapkan standar sanitasi modern yang berkelanjutan.
Inovasi KESLING ini menjadi wujud nyata dari slogan RSUD Padang: “Lingkungan Bersih, Rumah Sakit Sehat, Masyarakat Kuat”. Melalui semangat “Melayani dengan Hati untuk Masyarakat”, RSUD dr. Rasidin Padang bertekad untuk terus menjadi pelopor fasilitas kesehatan yang profesional, modern, dan peduli lingkungan. (Xx)







