PADANG, Detiksumbar.com — Sebuah ledakan keras mengguncang kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Senin (12/10/2026) pagi. Dentuman dari gudang penyimpanan minyak jenis Pertalite tersebut memicu kebakaran hebat yang menghanguskan satu unit rumah permanen beserta bangunan kontrakan di sekitarnya.
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 07.30 WIB itu menimpa rumah milik Jusniati (53), seorang ibu rumah tangga warga RT 004 RW 002, Kelurahan Limau Manis, Jawa Gadut. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain sebelum berhasil dikendalikan tim pemadam kebakaran.
Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, S.H., M.H., membenarkan insiden tersebut. Pihaknya bersama jajaran personel Polsek Pauh yang dipimpin Pawas Aiptu Yanwar langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan lokasi serta mengumpulkan bahan keterangan.
Berdasarkan keterangan Jusniati saat kejadian, dirinya sedang mencuci piring di dapur ketika tiba-tiba mendengar ledakan dahsyat. Begitu keluar, ia melihat pintu gudang penyimpanan Pertalite telah jebol dan kobaran api langsung melalap bangunan, sehingga ia terpaksa berlari menyelamatkan diri.
Kepanikan serupa dirasakan oleh anak korban, Simantul Iktisal (19), serta penghuni kontrakan bernama Yuliana Fajriyanti (31) yang sedang berada di dalam kamar bersama bayinya. Keduanya langsung berhamburan keluar rumah begitu mendengar suara dentuman hebat dari arah gudang.
Sementara itu, saksi lain bernama Rahmi Rahma Wanti (34) yang berada di depan rumah kontrakan sempat melihat pintu gudang terpental akibat ledakan. Ia juga menyaksikan seorang pria berlari keluar dari dalam gudang dengan kondisi tangan dan sebagian tubuhnya terkikis kobaran api.
Pria yang mengalami luka bakar tersebut diketahui bernama Isul (44), seorang pekerja swasta. Akibat luka bakar pada bagian tangan, muka, dan kaki, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit DR. M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan sedikitnya 10 unit armada mobil pemadam ke lokasi kejadian. Petualangan si jago merah baru berhasil dijinakkan total sekitar pukul 10.00 WIB setelah petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,62 miliar. Kerugian terbesar dialami oleh pemilik rumah utama sekitar Rp1,5 miliar, sedangkan dua pengontrak masing-masing mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Guna penanganan lebih lanjut, jajaran Polsek Pauh telah memasang garis polisi (police line) serta mempertahankan status quo di TKP. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti di balik timbulnya ledakan dan kebakaran tersebut. (Xx)







